Rabu, 21 November 2012

Biadab,Israel Hancurkan 25 Mesjid di Gaza






Gaza (SI ONLINE) - Serangan tentara Israel dalam enam hari terakhir telah menghancurkan 25 masjid di Kota Gaza. Menurut Menteri Agama, Ismail Radwan, agresi Israel tidak cuma menyasar warga sipil : "Mereka juga menargetkan masjid, kuburan, serta rumah ibadah," kata Radwan dalam konferensi pers di depan Masjid Al-Abbas, seperti yang dilaporkan situs berita Maan News, Selasa, 20 November 2012.

Beberapa makam yang menjadi sasaran agresi adalah kuburan Sheikh Shaban, pemakaman darurat, dan kuburan Mahatta, Tal Zatar, serta Bani Suheil. Akibatnya, ratusan mayat dan martir bertebaran di tanah terbuka. "Mereka juga menargetkan Masjid Ribat di Kota Gaza dan Masjid Al-rahman di Jalur Gaza," kata Radwan.

Di hadapan media massa, Radwan mengajak masyarakat internasional dan lembaga hak asasi manusia untuk membawa petinggi Israel ke meja peradilan. Ia juga menuntut Liga Arab dan Organisasi Kerja sama Islam untuk mendukung Palestina melestarikan tempat suci.



Hingga kini, serangan Israel ke Palestina tak juga menunjukkan tanda bakal usai. Perseteruan malah semakin sengit. Korban nyawa dari warga sipil terus berjatuhan, seperti petani yang sedang menuju pasar, penjual air bersih, dan seorang ibu serta anaknya.

Perang Darat

Negara dan lembaga-lembaga internasional – termasuk Mesir dan PBB -- saat ini tengah  merancang bagaimana menghentikan kebiadaban agresi Israel. Namun, Perdana Menteri Israel   Benyamin Netanyahu menegaskan negaranya siap melakukan ofensif serangan ke Gaza, termasuk melakukan serangan darat.  Tapi, Amerika selalu memblok setiap upaya Dewan Keamanan yang akan melakukan penggalangan dukungan untuk menghentikan agresi Israel.

Langkah diplomasi untuk mengakhiri pertempuran di Gaza terus dilakukan. Meski perang roket masih saja dilancarkan Israel dan Hamas, kedua kubu yang bertikai tersebut tidak menutup jalur perundingan damai.

Pernyataan resmi dari Israel menyebutkan bahwa mereka siap menunda serangan darat ke Gaza untuk memberi waktu lahirnya kesepakatan damai yang tengah digagas di Kairo, Mesir.

Meski demikian, ancaman perang darat tidak begitu saja tertutup. Israel memberi deadline hingga besok. Jika tidak ada kesepakatan di Kairo, pasukan Israel yang sudah mempersiapkan diri sejak seminggu lalu bakal melancarkan serangan darat ke Gaza.

Saat ini ribuan personel militer Israel dengan dukungan artileri sudah berada di perbatasan Gaza. Kondisi itu mengingatkan situasi serupa kala negeri zionis tersebut menginvasi Gaza pada akhir 2008. Saat itu, hanya dalam waktu tiga minggu, serangan militer Israel ke Gaza menewaskan setidaknya 1.300 warga Palestina.

"Kami ingin pembicaraan berjalan sukses, tapi kami juga siap masuk ke Gaza," ujar juru bicara Israel seperti dilansir BBC kemarin. Di sisi lain, Hamas tidak gentar. Mereka siap menyambut serbuan pasukan Israel. "Musuh akan membayar mahal jika berpikir akan memasuki Gaza," ungkap Mohammed Dief, komandan militer Hamas.

Utusan resmi Israel dan Hamas kini berada di Kairo untuk menjajagi perundingan damai. Sumber di pemerintahan Mesir menyatakan bahwa langkah tersebut menunjukkan tanda-tanda positif.

Butir-butir kesepakatan di Kairo memang belum diketahui. Namun, Israel dan Hamas telah menegaskan keinginan masing-masing. Israel meminta tidak ada lagi serangan dari Gaza dan mengharapkan ada tekanan dari dunia internasional untuk melucuti senjata Hamas. Di sisi lain, Hamas meminta Israel menghentikan blokade atas Gaza. Hamas juga menuntut Israel menghentikan pembantaian atas warga Palestina. 

Save Palestina...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar